MENJADI IKAN UNTUK PERTAMA KALINYA

Februari 2012 kemarin saya melakukan perjalanan ke Bali  bersama dengan 3 orang teman. Perjalanan ini kami tempuh dengan menggunakan mobil dari Yogya menuju Bali selama 18 jam. Efeknya selain mabok darat, tepos pantat, dan bosen di jalan. Hahaha. Tempat-tempat yang kami kunjungi di Bali antara lain Pura Tirta Empul di daerah Ubud dekat Gianyar, Goa Gajah, Istana Taman Ujung, Pantai Virgin (tempat shooting  film Eat, Pray, Love itu loh), dan yang paling menarik bagi saya dan teman-teman adalah Pantai Amet dan Tulamben.

Pantai Amet dan Tulamben merupakan pantai yang terletak di kawasan Karangasem, daerah Bali bagian timur. mungkin jarang didengar oleh orang-orang yang sudah berwisata ke Pulau Bali, tapi lebih banyak atau mungkin lebih umum di telinga para komunitas selam karena Pantai Amet dan Tulamben merupakan spot yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan selam.

Pantai Amet dan Tulamben sendiri lebih ramai oleh wisatawan asing daripada wisatawan domestik. Karena keindahan bawah lautnya Pantai Amet dan Tulamben, pantai ini dapat digunakan untuk melakukan kegiatan snorkeling dan diving.

Di sana banyak terdapat jasa penyewaan alat untuk snorkeling dan diving, untuk snorkeling sendiri dengan harga Rp 50.000 kami sudah dapat menikmati keindahan bawah laut Pantai Tulamben sepuasnya (wow!), sedangkan untuk diving sendiri harganya jauh lebih murah jika dibandingkan kegiatan diving pada umumnya, dengan harga Rp 600.000 kita sudah dapat menyelam dan sudah termasuk dengan jasa dive master yang akan memandu selama melakukan kegiatan selam.

Yang kurang dari jasa yang ditawarkan dari Pantai amet dan Tulamben sendiri adalah tidak adanya jasa foto dalam air, padahal di Pantai Tulamben sendiri sudah ada sesuatu yang khas untuk dijadikan objek untuk foto. untung saja kami membawa kamera under water untuk dokumentasi bawah ar.

Selain berenang bersama ikan dan melihat indahnya terumbu karang, ada juga shipwreck, yaitu wisata kapal yang dibiarkan karam. Di dalamnya terdapat biota laut seperti tanaman-tanaman bawah laut dan menjadi sarang bagi ikan-ikan jadi terlihat seperti tembok tanaman di bawah laut yang sangat tinggi.  Selain unik, sebenarnya serem juga sih. Hehehe karena sedikit gelap saat memasuki kapal karam tersebut.

Kebetulan pada saat snorkeling di sana ikan-ikan sedang schooling atau membentuk pusaran seperti puting beliung di dalam laut karena adanya perpindahan ikan karena arus dingin dan arus panas di laut. Iya sih, bulan – bulan seperti januari februari memang sering dijumpai schooling. Weew first time in my life !

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s