my forget-able holiday

Waktu liat galleri foto di laptop, folder photo – places – scrolling and voila ! Saya menemukan 1 folder ”Pulau Pari” di tumpukan folder itu. Dan setelah diinget – inget ternyata itu liburan tahun lalu ! Hahahaha kenapa destinasi saya kesitu belum saya tulis ya? not in my blogs, neither in my microsoft word. Setelah diinget – inget ternyata liburan itu pelarian !. Yap, i was broken heart, dan lima couples teman saya mengajak saya liburan, dan of course saya harus ngajak satu teman lagi biar saya nggak cengok disitu. Sebenernya sih tambah patah hati aja kan kalo seorang single dikelilingi pasangan – pasangan gitu.

(me and my couples friends)

Karena kami ramean dan saya hanya pihak yang diajak, jadi kami menggunakan tour untuk ke pulau Pari. Tournya start dari Muara Angke. Hehehe memang rada – rada sih pelabuhannya tapi ya sudahlah, namanya juga liburan pelarian. Selama aman dan nyaman, jadi I enjoyed it. Dari Muara Angke kami naik kapal perahu yang tingkat dua, tapi diisi sekitar 40 orang. atau 60 orang lah paling banyak. Karena saya mau sok – sok cari angin, jadi saya mengusulkan duduk di paling atas, dan bagian depan kapal. Dan perjalanan dimulai. Katanya sih 2 jam naik kapal udah sampe di Pulau Pari.

Yang saya sadari saat itu adalah, semakin menjauh dari Jakarta, air lautnya ternyata semakin bersih 🙂 Di muara angke tadi bisa dibilang itu hitam kaya warna selokan di depan kosan saya. Hehehe. Tapi semakin mendekat ke Pulau Pari, semakin jernih airnya dan semakin cantik karang yang terlihatnya. Setelah 2 jam kami naik kapal, sampai juga di dermaga pulau Pari, kami pindah ke kapal yang lebih kecil untuk mendekat ke dermaga. Dan sampailah kita di Pulau Pari. Tadaa. Sebenarnya saya gak pernah tertarik ke kepulauan Seribu, tapi ya daripada saya stress patah hati? Lagian tempatnya lumayan enak kok.

(dermaga pulau pari)

Pulau Pari, sama seperti pulau lain di kepulauan seribu, lumayan bersih, lumayan tertata, tapi panasnya gak lumayan. Hampir sama lah kaya Jakarta, padahal Pulau Pari termasuk rindang loh, tapi panasnya tetep aja kerasa banget. Setelah kita diantarkan ke guest house yang kami sewa selama 3 hari, unpacked barang – barang, yang saya lakukan adalah grabbed hotpants, shirt, ray ban and cycling !. Mengitari Pulau Pari kira – kira bisa lah setengah ampai satu jam. Ga kerasa karena ya itu tadi, rindang di Pulau Pari. Not bad at all. Berhenti di dermaga dan duduk sambil minum es kelapa muda. Karena saya ke dermaga sendiri, berarti saatnya Galau!. Hahahaha.

Makanan yang disediain disana enak dan lumayan bervariasi. Setiap hari kami nggak selalu dikasih sup dan nasi goreng :D. Ikan – ikannya juga lumayan. Ikan bakar besar dan enak itu pasti. Rasanya tambah enak saat kami bakarnya di pinggir pantai waktu dinner. Sea shore, ikan bakar, desiran ombak, rasanya saat itu udah cukup banget ngehibur hati saya. Saya kan kesini buat refreshing, yang lainnya dateng kesini buat ehm, pacaran. :p

Sayur dan buah juga tercukupi. Surprise with the price actually.

And second day was coming. Agenda kami hari ini snorkling di 3 spot yang beda, dan pergi ke pulau kecil tak berpenghuni, namanya Pulau Tikus. Kami kesana sekalian lunch yang kami bawa dari guest house. Ikan yang ada di bawah tak terlalu berwarna, begitu pula dengan terumbu karangnya. But it was nice. Di perjalanan kami menuju snorkling spot, di tengah lautan yang jauh banget dari daratan, ada seorang bapak – bapak yang berdiri di tengah laut dan hanya terlihat pinggang ke atas. Dia nggak tenggelam, bahkan asyik aja gitu berdiri di tengah laut. I was thingking am i dreaming at that time, soalnya asli udah laper banget waktu itu. Hahaha. Ternyata waktu kita tanya, ternyata ada super huge batu karang di tengah laut. Super huge dari dasar sampai hampir permukaan laut yang bisa buat si bapak itu berdiri tanpa kepleset – kepleset. Kalo orang dewasa berdiri disitu biasanya sampai se -pinggang atau se – dada. Kalau saya yang berdiri? ya sudah pasti tenggelam. WOW.

Sampainya kami di pulau tikus, pulau itu emang kecil banget, sampe – sampe bisa kita puterin jalan kaki 10 – 15 menit. Tapi pulaunya lucu. Sekitar 2 meter dari pinggir pulau dilingkari sama karang pendek yang berjajar satu sisi pulau itu. Jadi kaya di bordir sama karang gitu. Di pulau tikus itu kami istirahat, foto – foto, lalalili, lunch, ngumpulin karang – karang lucu, sampai ada salah dua dari kami yang kebelet pup dan terpaksa pup di pulau itu. Menggali lubang dan daun itu udah satu paket kalo di tempat unpredictable gitu kan?. Hihihihihi.

Hari berikutnya kami tanam bakau, menyusuri pantai and cycling around the island. Waktu itu panas banget, saking panasnya saya menyipit-nyipitkan mata yang udah sipit ini. Disitu kami nemuin 1 ikan yang udah mati. Kata mas – mas nya sih itu beracun banget. Minggu lalu ada anak yang meninggal karena kena ikan itu. Ewww….. ngeri…

(ikan yang saya ceritakan)

(salah satu pantai di pulau pari)

Yup, sekilas kaya gitu lah pelarian liburan kami. Over all, buat broken heart holiday it was nice and not bad at all. See? Travelling heals everything,man. So why you think that travelling is just spend your money with nothing come into you ? 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s