Pulau Sempu,itu dimana ya?

Libur puasa tahun 2012 kemaren, saya, tiba-tiba pengen banget ke pulau Sempu, padahal tadinya Pulau Sempu nggak ada di top list tempat yang pengen saya kunjungi. Alhasil searching kanan kiri. Waktu informasi udah lengkap baru saya mengajak teman lelaki saya, ehm atau sebut saja pacar saya dan adik perempuan saya.

Ceritanya kan saya kuliah di Bandung, sedangkan adek perempuan saya ada di Semarang. Jadilah saya jemput dulu ke Semarang. Dari Bandung kami bawa mobil, tidur 6 jam dulu di rumah semarang, baru gas lagi ke Pulau Sempu.

Waktu kami cerita ke orang – orang kalo kami ke Pulau Sempu, jawabannya macem – macem :

“Pulau Sempu? Ooh yang di kepulauan seribu itu ya?”

 

“Pulau Sempu? Dimana itu?”

Kebanyakan sih pasti asal jawab kalo itu di kepulauan seribu. Duh, sedih sebenernya warga Indonesia masih minim pengetahuan tentang negaranya sendiri. Kami dengan sabar menjelaskan kalau Pulau Sempu itu di selatan nya kota Malang, bla bla. . .

bilang. Saya bawa anak anjing lho! Hehehe saya waktu itu punya anjing umur 3 bulan. Lucu banget, Sally namanya. Saya bawa dari Bandung ke Semarang, baru lanjut ke Malang. Sally itu pinter, rewel enggak, jorok enggak. Makannya cuma waktu berhenti istirahat. Pipisnya juga gampang. Setiap berisik dikit itu artinya dia mau pipis. Kalo pup, pasti dia berisik juga. Jadi kami tinggal menepi jalan, cari yang ada rumputnya, baru dia bisa pipis. Ribet sih agak, tapi so sweet banget. Kemana – mana bawa puppy kesayangan. Tapi dengan catatan ya, puppy nya nggak sakit, dan udah divaksin 🙂

my lovely Sally

my lovely Sally

Kalo mau ke Pulau Sempu nggak nyetir mobil, pemberhentian destinasi awalnya harus kota Malang. Yang dari kota – kota besar bisa naik kereta ke malang. Ambil yang kelas ekonomi aja, lebih kerasa asyiknya 😀 atau bisa juga naik bis.

Sampe di kota malang, cari bis antarkota aja. Tanya penduduk lokal bis mana yang kearah desa turen, Sendang Biru. Pasti semua tau deh. Dijamin !

Sampe di Sendang Biru, yang bawa mobil harus bayar biaya retribusi + biaya menginap parkir. Menginap? Ya, mayoritas orang ke Pulau Sempu pasti mereka camping. Jadi harus disiapin alat – alat campingnya ya. Tenda, selimut, kompor kecil, sama stok makanan secukupnya. Yang belum lengkap peralatannya, warga sekitar Sendang Biru banyak yang nyewain kok.

Sampe di pelabuhan Sendang biru, usahain jangan lebih dari jam 2 ya. Karena perjalanan naik perahu ke pulau sempu kira – kira 10 menit, dan dari bibir pulau Sempu 2 jam kita harus mendaki ringan selama 1,5 jam.

Biaya per perahu antar jemput 100.000. Satu perahu bisa diisi sampai 10 orang. Patungan jadi cuma 10.000. Hihihi.

perahu yang mengantar kami

perahu yang mengantar kami

Sampai di pulau sempu biasanya kita ditinggal sama mas- mas kapalnya. Kecuali kalo yang sewa guide buat nganterin sampai ke segara anakan. destinasi kami. Waktu itu selain perahu kami, ada juga 1 perahu yang isinya rombongan 6 orang. Ada yang nangis, gara – gara ditinggal sama mas- mas kapal dan dia nggak percaya kalo mau pulang pasti dijemput. Padahal dari badannya dia lebih tua loh daripada saya, cowok lagi. Hihihi. Saya tahan ketawa saja, daripada menyinggung hati orang tah?

Mini hikingnya gampang kok. Kalo yang sewa hiking tinggal ikutin aja guide nya, kalo ada yang kesana ga pake guide, kuncinya cuma 1. Cari jalan yang banyak sampah, dan banyak tipak – tipang sepatu bola. Karena orang – orang kesitu biasanya pake epatu bola biar ga kepleset. J

Waktu itu kami bertiga bawa 3 carrier + alat – alat camping. Dan jangan dilupakan, Sally juga ikut. Sally nggak saya biarkan jalan, karena itu justru ngrepotin. Saya gendong saja dia. Pakai kain gendongnya. Sally juga tidur waktu hikung kemaren. Hihihi.

Buat yang ga biasa hiking, pasti capek setelah sejam jalan. Apalagi waktu itu saya musim hujan, jadi agak licin.

Setelah kira – kira 1,5 jam jalan dan sampai tujuan, kami bertiga cuma bisa diem. Speechless. Indahnya ciptaan Tuhan bener – bener di depan mata !. Saya langsung turunin Sally dari gendongan, dan main – main di pinggir pantai. Rasanya semuanya kebayar loh. Capek gendong Sallynya, capek setir mobilnya. WOW !

segara anakan, destinasi kami

segara anakan, destinasi kami

DSC_5548

Udahnya main bentar, kami pasang tenda dan menata semua barang. Barulah kami sadar 1 hal. Kami lupa bawa kompor dan mie instan buat makan!. Waduh. Cuma ada 1 kotak brownies (itupun tinggal setengah), permen, sama air minum 1 botol besar. Kami bertigapun pandang – pandangan. Gimana caranya ini kami bisa tahan ya. Sedangkan makanan + snack nya Sally lengkap bin makmur. Hahahaha. Jangan ditiru ya !. Kami sepakat untuk ga ngebuang energy biar makan dan minumnya ga berlebihan.

hmmm. mini heaven.

hmmm. mini heaven.

saya, bersama si kecil Sally :)

saya, bersama si puppy kecil Sally 🙂

DSC_5703

Udah jam 5 sore, dan ternyata rombongan yang tadi sampe. Wuihh, akhirnya ada temennya juga di surga bumi ini. Pikiran – pikiran licik buat minta air udah mulai bermunculan di otak saya. Hahaha. Ternyata mereka dari Surabaya. Perlengkapannya lengkap + canggih banget. Makanannya berlimpah ruah, air botolnya apalagi. Saya ngebatin saja dalam hati “Bodohnyaa kelupaan soal makanan”

Segara Anakan itu pantai yang dikelilingi tebing, bagian depan tenda kami itu pantai. Yang paling dalam hanya sampai 1,5 meter. Ada lubang kecil di tebing, jadi air laut bisa masuk ke pantai itu. Di belakang tenda kami, tebingnya tidak terlalu tinggi. Mungkin terkikis air laut, karena kami sedang berada di samudra india. Dan bener, ombaknya hebat banget.

ehm.

ehm.

DSC_5605

Malam udah tiba, berbincang antar traveler itu kewajiban sambil membuat api unggun. Cerita saling cerita, kami cerita lah kalau kami kekurangan makanan dan minum. Alhasil salah satu dari mereka memberi kami 1 air botol dan 2 snack gabin. Waktu itu saya menolak karena sungkan, padahal sebenernya dalam hati “ALHAMDULILAH YA TUHAAN”.

Senengnya lagi, Sally sama sekali nggak rewel. Dia di tenda tidur, kalo bosan main di pantai. Kalo malem, dia tidur saja di tenda. Yang harus diwaspadai adalah kera – kera di Segara Anakan. Apalagi waktu pagi. Makanan juga harus diamankan saat malam, karena kera suka turun saat wisatawan tidur.

Kami cuma camping sehari, besok siangnya setelah puas main di pantai dan foto, kami hiking lagi untuk pulang. Dijalan pulang rombongan yang akan menuju Segara Anakan banyak sekali. Mereka memberhentikan kami dan mengelus-ngelus Sally. Mungkin mereka berpikir

“Ini orang macem apa yang bawa puppy ke sini”.

DSC_5687

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s